Warga Iran Kecam Majalah Prancis Charlie Hebdo

Indonesian Radio 3 views
Ribuan warga Tehran, ibu kota Republik Islam Iran menggelar aksi untuk mengecam majalah satir Prancis, Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, pada Kamis, 10 September 2020.

Charlie Hebdo pada awal bulan September 2020 memuat gambar karikatur penghinan terhadap Rasulullah SAW. Ini adalah penerbitan kedua setelah beberapa tahun lalu juga memuat karikatur yang sama dengan alasan kebebasan berpendapat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Saeed Khatibzadeh mengecam keras publikasi gambar penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw oleh Charlie Hebdo.

Khatibzadeh pada Kamis (3/9/2020) malam mengatakan, segala bentuk penghinaan, dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw, dan nabi-nabi Tuhan lainnya sama sekali tidak bisa dibenarkan.

"Penghinaan yang kembali dilakukan media Prancis dengan dalih kebebasan pers, telah menyakiti hari para pengikut agama tauhid dunia, dan ini merupakan provokasi serta penghinaan terhadap nilai-nilai Islam, dan akidah lebih dari satu miliar umat Islam," ujarnya.

Jubir Kemlu Iran menegaskan, berbeda dengan alasan penghinaan yang dilakukan oleh Charlie Hebdo, kebebasan berpendapat memiliki nilai luhur yang harus diterapkan dalam bentuk konstruktif untuk menciptakan kehidupan rukun sesama manusia, dan mencapai kesepahaman di antara agama-agama.

Sementara itu, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pesannya mengecam keras penistaan terbaru yang dilakukan majalah Prancis tersebut.

Dalam pesan yang dipublikasikan pada 9 September 2020, Ayatullah Khamenei mengatakan, dosa besar dan tak terampuni sebuah majalah Prancis dalam menistakan Rasulullah SAW kembali menguak sikap keras kepala dan dendam lembaga politik dan budaya dunia Barat terhadap Islam dan Umat Islam.

 "Dosa berat dan tak terampuni yang dilakukan  majalah Prancis dalam menghina kepribadian yang bercahaya dan suci dari Utusan Tuhan, mengungkapkan bahwa adanya permusuhan dan dendam jahat yang dipendam organisasi politik dan budaya di Barat terhadap Islam dan komunitas Muslim," tulisnya.

Rahbar menambahkan, alasan kebebasan untuk tidak mengecam kejahatan besar ini yang dikatakan sejumlah elit politik Prancis, sepenuhnya tertolak, keliru dan penipuan publik.

"Gerakan seperti itu pada saat sekarang ini juga dapat menjadi motivasi untuk menyimpangkan opini bangsa-bangsa dan pemerintah di Asia Barat dari peran busuk Amerika Serikat dan Zionis bagi kawasan," kata Rahbar.

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa bangsa Muslim khususnya negara-negara Asia Barat, selain mempertahankan kewaspadaan dalam isu-isu kawasan sensitif ini, juga tidak boleh melupakan permusuhan elit politik dan pemimpin Barat terhadap Islam dan umat Muslim.

"Sambil menjaga kewaspadaan mereka terhadap masalah-masalah di kawasan penting ini, negara-negara Muslim, khususnya negara-negara Asia Barat, tidak boleh melupakan permusuhan para politisi dan pemimpin Barat terhadap Islam dan Muslim," pungkasnya.

Dalam pesannya, Ayatullah Khamenei mengingatkan besarnya kuasa Allah SWT dalam mengendalikan segala urusan makhluk-Nya.

 وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ

"Allah memiliki kekuasaan dan kendali penuh atas urusan-Nya." (QS Yusuf ([12]: 21).

Warga di berbagai kota di Iran juga turun ke jalan-jalan dan berkumpul di Masjid-masjid Jami' untuk mengecam penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh majalah satir Prancis, Charlie Hebdo dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Virus Corona, COVID-19. (RA)

Related

Add Comments