Pemilu Parlemen Suriah di Tengah Tekanan Kekuatan Barat

Indonesian Radio 8 views
Pemilu parlemen Suriah diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Juli 2020 di tengah tekanan dan sanksi kekuatan-kekuatan Barat terhadap negara Arab itu dan penyebaran Virus Corona, COVID-19.

Warga Suriah yang memenuhi syarat untuk memilih mulai mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) terdekat sejak pagi hari. 7.277 TPS dibuka sejak pukul 7.30 pagi waktu setempat daerah-daerah yang dikontrol, termasuk untuk pertama kalinya di bekas wilayah yang duduki pemberontak.

1.656 kandidat, 200 di antaranya kandidat perempuan, ikut berkompetisi untuk memperebutkan 250 kursi parlemen negara ini dalam pemilu ketiga yang diadakan sejak perang meletus sembilan tahun lalu.

Foto para kandidat telah dipajang di seluruh Damaskus selama berpekan-pekan. Pemilu yang dua kali ditunda sejak April karena pandemi Virus Corona ini dilangsungkan pada saat sebagian besar warga Suriah mengkhawatirkan meningkatnya biaya hidup.

Banyak kandidat menawarkan program yang menjanjikan untuk mengatasi inflasi dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat perang.

Di sisi lain, pemilu parlemen Suriah membuat para pejabat Amerika Serikat marah. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus menyebut penyelenggaraan pemilu parlemen di Suriah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Morgan Ortagus pada hari Senin (20/7/2020) mengatakan, berdasarkan resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB, pemilu di Suriah harus diselenggarakan secara bebas dan adil di bawah pengawasan PBB, dan dihadiri semua rakyat Suriah termasuk mereka yang mengungsi, dan memenuhi syarat untuk ikut pemilu.

Jubir Kemlu AS mengklaim bahwa pemilu parlemen di Suriah tidak bebas dan adil.

Meski berusaha digagalkan oleh AS dan sekutu-sekutu Barat serta Arabnya, pemilu parlemen ketiga Suriah, berdasarkan konstitusi negara ini, sukses terselenggara. (RA)

Related

Add Comments