Tahap Akhir Manuver Militer Gabungan Payambar A'zam-14

Indonesian Radio 8 views
Humas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan tahap akhir manuver militer gabungan Payambar A'zam-14 di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Menurut Humas IRGC, tahap akhir manuver militer gabungan Payambar A'zam-14 yang diikuti oleh angkatan laut dan pasukan dirgantara IRGC, dengan sandi "Ya Ali bin Abi Thalib" dimulai hari Selasa (28/7/2020) di wilayah umum Hormuzgan, selatan Selat Hormuz, dan Teluk Persia hingga ke dalam wilayah Iran, di darat, udara, laut dan luar angkasa.

Pada tahap akhir manuver ini, unit-unit rudal, kapal laut dan drone Angkatan Laut IRGC, dan unit rudal, drone serta radar pasukan dirgantara IRGC, menjalankan operasi, dan semua skenario yang ditetapkan. 

Dalam manuver ini dipraktikkan operasi serangan rudal, kapal perang dan drone, operasi menyebar ranjau laut, memutus jalur kapal musuh, operasi tempur rudal oleh helikopter, dan menembakan rudal ke laut. 

Untuk pertama kalinya juga dilakukan operasi pengamatan wilayah manuver menggunakan foto-foto yang dikirim satelit Noor.

Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Salami mengatakan, pengembangan peralatan dan senjata Iran didasarkan pada sifat dengan ancaman dan pemahaman yang jelas tentang titik kekuatan dan kelemahan musuh.

"Latihan pasukan IRGC diadakan dengan tujuan untuk memastikan kekuatan perlindungan terhadap kepentingan bangsa Iran," kata Salami ketika meninjau pelaksanaan manuver militer Payambar 'Azam-14 di Teluk Persia dan Selat Hormuz, Selasa (28/7/2020).

Dia menambahkan, kebijakan kami dalam melindungi kepentingan vital bangsa Iran bersifat defensif. Dalam artian, kami tidak akan memulai serangan terhadap negara mana pun, tetapi taktik dan operasi kami benar-benar ofensif.

Komandan IRGC menjelaskan bahwa apa yang ditampilkan hari ini dalam latihan pasukan angkatan laut dan angkatan udara IRGC sepenuhnya bersifat ofensif.

"Manuver ini mensimulasikan serangan terhadap kapal-kapal musuh yang mengganggu dengan kombinasi penembakan rudal, pertempuran laut, dan operasi peletakan ranjau," pungkasnya. (RA)

Related

Add Comments