Laboratorium-Laboratorium Biologi AS

Indonesian Radio 3 views
Pakar biologi Rusia, mantan anggota Komisi Internasional tentang Senjata Biologis dan Kimia Igor Nikolin mengungkapkan keberadaan 25 laboratorium rahasia Amerika Serikat untuk produksi senjata biologi di sekeliling Cina, dan menekankan bahwa virus Corona, COVID-19 adalah "Senjata Biologi Amerika" yang menargetkan negara-negara tertentu.

Hal itu dikatakan Nikolin kepada salah satu program TV yang disiarkan oleh saluran Russia Today, diikuti oleh al-Sumaria News.

Dia menuturkan, ada pasar di semua kota Cina yang menjual hewan liar dan memakannya selama ribuan tahun, dan tidak ada penyakit yang ditularkan kepada manusia selama periode ini.

"Bahwa selama dua puluh tahun terakhir Cina telah menjadi saksi penyebaran Virus keempat sejak jenis ini, dan menurut saya itu bukan kebetulan, melainkan saya pikir itu kemunculan virus ini direncanakan," kata Igor Nikolin.

Nikolin menambahkan, bahwa ada 25 laboratorium biologi Amerika yang bekerja di sekitar perbatasan Cina, dan mencatat bahwa di antara negara-negara tersebut adalah Kazakhstan, Laos, Vietnam, Taiwan, Korea Selatan, Filipina dan negara-negara lainnya memiliki laboratorium biologi Amerika, yang di dirikan sesuai dengan perjanjian Internasional.

Pakar Rusia menganggap bahwa penyebaran virus di Cina dan penularannya yang loncat langsung ke Iran bukanlah suatu kebetulan, dan menekankan bahwa virus tersebut sudah sangat diseleksi untuk bisa disebar di negara-negara yang dianggap lawan AS seperti Cina, Iran dan beberapa negara Uni Eropa seperti Italia.

"Semua ini bukanlah kebetulan, tetapi sebuah rencana yang disiapkan oleh para elit global, serta menjelaskan bahwa rencana ini bukan dari keputusan resmi Washington atau bahkan Inggris tetapi sebuah perusahaan internasional besar," pungkasnya.

Di sisi lain, sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam pihak berwenang AS karena menyalahkan China atas penyebaran wabah Corona dan memanipulasi data virus mematikan tersebut. Rusia juga menuduh AS memutarbalikkan krisis kesehatan global menjadi serangan politik.

"Kami memiliki pertanyaan untuk Amerika. Akan sangat menyenangkan mendengar pembenaran mereka dengan menempatkan begitu banyak laboratorium dekat Rusia dan Cina daripada memainkan propaganda Corona," kata pejabat Kemlu Rusia, seperti dikutip dari Sputniknews, Senin 30 Maret 2020.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bersikukuh soal keberadaan bukti yang signifikan dan sangat besar sebagai bukti virus corona (SARS-CoV-2) penyebab pandemi COVID-19 berasal dari laboratorium di Wuhan, Cina.

Hal itu diungkap Pompeo dalam wawancara di program "This Week" dari stasiun televisi Australia ABC. Meski demikian, Pompeo tidak merinci lebih lanjut soal klaim "sejumlah bukti signifikan" terkait tuduhan terhadap laboratorium Wuhan itu.

Kota Wuhan yang menjadi sumber awal penyebaran virus corona itu memang memiliki Institut Virologi. Namun, laboratorium biologi dengan tingkat keamanan tinggi itu menyangkal tuduhan tersebut. (RA)

Related

Add Comments