Pidato Bersejarah Imam Khomeini ra Mengenai Hari Quds

Indonesian Radio 5 views
Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra mengatakan, Hari Quds adalah Hari Internasional dan global. Hari Quds, bukan hari yang hanya khusus untuk al-Quds, tetapi hari perlawanan orang-orang tertindas (mustad'afrin) melawan kubu arogan.

"Hari Quds adalah hari perlawanan bangsa-bangsa yang berada di bawah penindasan Amerika Serikat dan non-Amerika dalam menghadapi kekuatan-kekuatan adidaya," tegasnya dalam sebuah pidato yang dicatat dalam (Sahifa Imam, vol. 9, hlm. 280-281).

 

Imam Khomeini ra menambahkan, Hari Quds adalah hari di mana orang-orang tertindas harus dilengkapi dan difasilitasi untuk menghadapi kubu arogan dan membenamkan hidung musuh ke tanah.

 

"Hari Quds adalah hari yang akan membedakan dan memberi nilai antara orang-orang munafik dan yang berkomitmen. Mereka yang berkomitmen akan menganggap hari ini sebagai Hari Quds dan melakukan apa yang harus dilakukan, sementara orang-orang Munafik –mereka yang akrab dengan kekuatan adidaya di belakang layar dan bersahabat dengan Israel– akan masa bodoh dengan hari ini dan atau mereka tidak mengizinkan rakyat berunjuk rasa dan pawai (Hari Quds)," ujarnya.

 

Pendiri Republik Islam Iran itu menegaskan, Hari Al-Quds adalah hari di mana nasib bangsa-bangsa yang tertindas harus jelas. Bangsa-bangsa yang tertindas harus menyatakan keberadaan mereka dalam melawan kubu arogan. Semua bangsa harus bangkit seperti Iran yang telah bangkit dan membenamkan hidung arogan di tanah. Hari Quds adalah Hari Islam.

 

Hari ini, Jumat, 22 Mei 2020 atau 22 Ramadhan 1441 H adalah Jumat terakhir bulan suci Ramadhan tahun ini dan diperingati sebagai Hari Quds Internasional.

 

Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini ra menetapkan hari Jumat terakhir setiap bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia. (RA)

Add Comments